Daniel LDT nge-Blog

Cuma coretan seorang Polisi sebagai Biker juga Blogger

Buku: RESIMEN PELOPOR Pasukan Elit yang Terlupakan

Beberapa waktu yang lalu, tiba-tiba saya teringat pernah dulu waktu masih ngeblog asal-asalan ada yang berencana menulis sebuah buku tentang Para Sesepuh di Brimob, RESIMEN PELOPOR. Nah iseng2 ke um gugel, ternyata Buku tersebut sudah terbit dan bisa didapatkan di toko-toko buku seperti Gramed**. Bisa dipesan lewat internet juga koq. Awal april kemarin saya sempatkan mampir ke Gramed** dan alhadulillah dengan Rp.60.000,-  (ini bukan iklan lho) saja saya bisa membelinya. Berikut Sinopsis buku dan sedikit info tentang Penulis buku tersebut.

Sinopsis Buku:
Jauh di masa lalu ketika hiruk-pikuk mesin perang dan konfrontasi bersenjata masih meliputi air, udara, dan tanah Indonesia. Ketika Republik ini masih berusia seumur jagung, pada masa ketika pemerintah berjuang untuk mempertahankan keberadaan Republik yang masih belia ini dari serangan penjajah Belanda dan rongrongan para pemberontak dari tubuh Kepolisian Negara Republik Indonesia lahir sebuah pasikan khusus yang memiliki kemampuan dan keberanian menggetarkan. Sebuah pasukan yang dihormati oleh kawan dan disegani lawan.

Reputasi yang didapat pasukan ini bukan berasal dari serangkaian pencitraan, bukan pula mitos yang digaungkan melalui berbagai media seperti layaknya mitos-mitos pasukan khusus yang kita dengar sekarang ini, melainkan melalui rangkaian perjuangan panjang yang menuntut keuletan, keterampilan, ketabahan, ketahanan, keberanian, dan upaya yang terkadang melampaui prajurit, mengingat bahwa mau tidak mau mereka harus selalu siap diturunkan di berbagai medan. Namun, yang membedakannya, atau yang membuat mereka layak diberi sandaran sebagai pasukan khusus, adalah hasil dan keefektifan mereka dalam menjalanan tugas.

Pada masa kejayaannya, Resimen Pelopor, nama pasukan tersebut, merupakan sebuah “mesin perang” yang efektif dan efisien. Setidaknya, mereka merupakan gambaran ideal dari sebuah pasukan khusus: berani, berkemampuan tinggi, efektif, dan efisien dalam menjalankan tugas. Dimanapun mereka diturunkan, dimana pun mereka ditugaskan, para anggota pasukan ini seolah memiliki semboyan bahwa itu adalah penugasan terakhir mereka sehingga mereka memiliki semangat yang meluap-luap.
Sayangnya, gelombang sejarah menenggelamkan kesatuan ini dalam palung terdalam. Ketika terjadi pergantian penguasa, keberlangsungan pasukan ini pun seolah mereka tidak pernah ada. Yang lebih ironis lagi, kisah kehebatan mereka nyaris tak ditulis dalam sejarah dan hanya menjadi cerita pengantar tidur anak-anak, cucu, dan saudara terdekat para mantan anggota pasukan tersebut.

Inilah buku yang mengulas kisah para prajurit hebat yang terlupakan dan nyaris tanpa sejarah itu. Ditulis berdasar cerita, wawancara, dan sumber-sumber lainnya, buku ini berupaya merekonstruksi sejarah dan heroisme Resimen Pelopor, pasukan elit yang terlupakan.

Tentang Penulis:

Anton Agus Setyawan adalah seorang dosen dan peneliti dari bidang ekonomi dan majemen yang mempunyai hobi kemiliteran. Menyelesaikan S1 bidang manajemen dari Fakultas Ekonomi Univ. Muhammadyah Surakarta Th 1998 dan S2 bidang bid Manajemen dari Fakultas Ekonomi dan Bisnis UGM. Saat ini serdang menyelasaikan Studi S3 di bidang Manajemen di Fakultas Ekonomika dan Bisnis UGM.

Andi Muh Darlis adalah seorang anggota TNI. Menyelasaikan S1 di bidang Politik dari Univ hasannudin dan saat ini sedang menempuh Pendidikan S2 bidang Politik di Universitas Indonesia

Catatan: Kedua Penulis adalah anak dari para sesepuh MENPOR

08/05/2011 - Posted by | Brimob, Polri, Uncategorized

73 Komentar »

  1. kalo polisi ya polisi aja…..
    jangan sok2 militer gitu…. lebay kali dengarnya…..
    disuruh gabung ama militer lagi nggak mau…

    Komentar oleh putra | 26/05/2011 | Balas

    • terima kasih atas komentnya bang, brimob bukannya sok militer bang. Brimob tetap menjalankan fungsiu kepolisian koq menjaga keamanan, terutama yang berintensitas tinggi seperti menggunakan senjata api, bahan peledak dan melibatkan jumlah massa yang besar. Jadi kalo ada penganggu keamanan dengan menggunakan senjata api ya Brimob yang diturunkan.
      Terima kasih sudah mampir di Blog saya
      salam kenal

      Komentar oleh daniel bachrul rohmat | 15/06/2011 | Balas

      • betul om daniel…saya masih punya saksi hidup kehebatan resimen pelopor….dan buat putra perlu antum ketahui….brimob atau resimen pelopor ini dulu menjadi rebutan antara sipil yaitu pemerintahan Presiden Soekarno dan angkatan perang RI di jaman itu….janganlah kau ingkari fakta sejarah….

        Komentar oleh adri | 12/07/2012

    • jangan sirik aja ….jgn bs bermimpi seperti kamii…bravo menpor

      Komentar oleh donny andyka | 10/01/2012 | Balas

    • @putra:
      lha mossok polisi kita cuma diharuskan bawa tongkat rotan seperti polisi India.
      ahh payyah lu mah
      maju terus Brimob!

      Komentar oleh Amama Ali | 27/09/2012 | Balas

    • Menpor itu d bentuk oleh bung karno,aslinya badan non-militer! Dlm penugasannya slalu d pakai krn fungsi tugas dln negara! Kakek sy ex-menpor(ranger),beliau adalah orang yg jd saksi sejarah dmn saat itu indonesia memprebutkan kalimantan yg hanya d lakukan oleh menpor,dan beliau jg yg telah menyaksikan merah putih d tancapkan d tanah irian jaya oleh pasukan menpor yg d pimpin oleh kakek pak rudi gajah. Semua fakta itu benar! Justru saat itu malah tni yg berada d belakang menpor!

      Komentar oleh bagus setyo | 09/05/2013 | Balas

    • bravo menpor, kalo tdk tahu sejarah jangan banyak bacot, bukan sok militer tp jaman penjajahan semua satuan dikerahkan utk melawan penjajah, goblok lu….

      Komentar oleh andi | 16/05/2013 | Balas

  2. Kunjungan balik ….
    Trimakasih sdh mampir di blog saya …
    Bravo Brimob …..

    Komentar oleh Ale | 02/06/2011 | Balas

    • Sama sama Komandan, terima kasih juga atas kunjungan baliknya
      Salam kenal
      Bravo Brimob

      Komentar oleh daniel bachrul rohmat | 15/06/2011 | Balas

  3. Ingat TIM-TIM….. tanya Maz boz pak PRABOWO SUBIANTO (ex-DAnjen Kopasus) bagaimana dan seperti apa sesepuh Pelopor di medan perang …. dan Tanya Kenapa Jend (purn) Polisi SUTANTO knp dpt penghargaan Khusus dr Kopasus sbg anggota kehormatan dan di pakaikan baret Kopasus (saat masih menjabat kapolri)…. atau klo susah ketemu beliau beliau … bs ketemu bokap ane gan (tajuma)… kisah itu nyata… upsss khan ada museum POlri… Mampir ya maz mbak bu pak boz

    Komentar oleh dina Satdua | 10/07/2011 | Balas

    • tajuma (tamtama tujuh lima)
      ada beberap mantan komandan saya yg lett tajuma
      saya mengagumi dan menghormati mereka

      Komentar oleh Daniel LDT | 21/07/2011 | Balas

  4. bravo MOBRIG……………………

    Komentar oleh nunu | 16/07/2011 | Balas

    • bravooo
      terima kasih kunjungannya
      salam

      Komentar oleh Daniel LDT | 21/07/2011 | Balas

  5. Tahun 1979 sy pernah ‘nebeng’ latihan di Kompi ‘C’ Kelapa dua ternyata banyak Anggota yg lumayan bagus…..berkualitas, sayang…..
    belakangan Reputasi yg ckp bagus itu banyak dirusak oleh anggota sendiri yg tdk tahan godaan materi…padahal sdh ada Remunerasi jg kan….

    Komentar oleh Ywa | 30/07/2011 | Balas

    • iya pak, saya pun tidak memungkiri hal tersebut memang terjadi.
      Oh ya FYI, remunerasi kan masih baru itupun jumlahnya masih dibawah rekan2 dari TNI. (maaf saya tidak bermaksud membanding-bandingkan jumlahnya saja, hanya memberikan info saja)
      salam kenal

      Komentar oleh Daniel LDT | 31/07/2011 | Balas

      • moga remunerasinya bisa ditingkatkan lagi mengingat tugas berat yg disandang cucucicitnya menpor…..

        Komentar oleh heru | 13/09/2011

  6. i like..
    salam dari brimob lampung..

    Komentar oleh Ahmad Yudi | 06/09/2011 | Balas

    • salam kenal juga pak
      terima kasih kunjungannya

      Komentar oleh Daniel LDT | 14/09/2011 | Balas

  7. Bukan ny lebay,,,
    Tp skrg ne blum ad sjarah ny kalo demo it TNI yg turun,,,
    Pasti polisi & pasukan brimob,,,
    Fakta kan??

    Komentar oleh Endo | 17/09/2011 | Balas

    • sebenarnya itu didasarkan pembagian tugas bahwa TNI itu di Pertahanan, sedangjkan Polri itu di bidang Keamana, tapi sebenarnya padan beberapa situasi, terutama di wilayah yang anggota polrinya kurang mencukupi, bisa meminta bantuan rekan2 dari TNI sebagai back up kekukatan. Memang mereka tidak ditampilkan dam di depan masa, tapi standby di dekat lokasi kegiatan
      CMIIW
      salam

      Komentar oleh Daniel LDT | 04/10/2011 | Balas

      • JUSTRU ITU YANG JADI GANJALAN , KENAPA HARUS BIKIN RUU KAMNAS DENGAN PASAL PASAL ANEHNYA, KENAPA NGGAK BIKIN RUU PERBANTUAN TNI KE POLRI ATAU SEBALIKNYA.

        Komentar oleh jurnalsrigunting | 13/01/2012

  8. aku mw pesan buku inigmn carax ya…/????

    Komentar oleh Budiman Gagah Ttnt | 24/09/2011 | Balas

    • ada koq di gramedia lett, silahkan datangi toko buku terdekat, gw dapatnya di gramedia
      selamat berburu
      kl ga ada, ping me

      Komentar oleh Daniel LDT | 04/10/2011 | Balas

  9. maaf bapak2, ibu2, mas2, mbak2, om2, & tante2 TNI !!!!
    BRIMOB tdk perna sok militer tapi sejarah yang memiliterkan BRIMOB.
    lagian BRIMOB kenyataannya serba bisa, sama seperti yang tuan2 dan nyonya lakukan.
    PELPOR pasukan Elit Yg Terlupakan

    Komentar oleh apriel | 03/10/2011 | Balas

    • betul, betul, betulllll……!
      kata upin ipin
      coba tengok sejarah TNI POLRI

      Komentar oleh eka | 03/10/2011 | Balas

  10. Klo mau mesan bukunya dimana bisa ga di bantu carikan bukunya.
    soalnya sudah cari di gramedia n toko buku lainnya ga ada.
    mohon bantuannya.

    Komentar oleh Adi.s | 06/10/2011 | Balas

    • oh ya? masa sih mas adi?
      sudah dicoba pesan ke toko buku online?
      nanti kalo ada waktu saya coba mampir ke toko buku di daerah jakarta, mohon mas adi berkenan add fb saya jangan lupa inbox ya
      siapa tau saya bisa bantu
      salam

      Komentar oleh Daniel LDT | 07/10/2011 | Balas

  11. BARET MERAH ADALAH PUNYA MOBRIG.
    BARET HIJAU JUGA PUNYA MOBRIG.
    LORENG DAUN ITU PUNYA MOBRIG.
    LORENG DARAH MENGALIR ITU PUNYA BRIMOB.
    semuanya diminta atau di tiru …… terbukti kalau BRIMOB memang elit dan menjadi idola, sehingga soeharti ingin mencuri popularitas Pelopor. dan mempopulerkan laskar yang lain.

    Komentar oleh Den Bagus | 09/10/2011 | Balas

    • Sotoy lu

      Baret Merah dipakai Kopassus / KKAD waktu didirikan Moh Idjon Djanbi (Rokus Bernardus Visser), karena pendirinya adalah mantan KST Belanda (pasukan penerjun) yang juga menggunakan baret merah

      Masalah loreng DPM TNI lu bilang punya mobrig, pertama kali yang mengadopsi loreng DPM adalah KKO AL, masing-2 pasukan punya warna loreng sendiri, Kostrad, Kopassus, KKO AL, PGT/Paskhas, Menpor jadi jangan anda ngomong kalo dulu yang pake loreng itu cuma mobrig

      Komentar oleh Putranto | 28/10/2012 | Balas

      • Biasa om, sejarah yang dia tau cuman katanya dan dongeng pelatihnya yang sesat, om tau sendiri lah mau lulus rekruitmen nya aja ada yang jual sapi sampe jual rumah…. Jgn 2 sampe jual harga diri lagi .., soal kualitas personel mah nomor seratus, makanya orang penyakit saraf juga masuk, terbukti saat sudah aktif jadi anggota yang ada di otaknya gimana ngembaliin duit buat balikin rumah , ehhh udah jadi sok nasionalis dan membanggakan diri, bikin negara dan rakyat bangga dengan prestasi dong jangan cuma rekayasa dan pencitraan media.

        Komentar oleh dagadu | 16/11/2012

  12. pake baju hitam pada ngikutz, baju hijau pun diminta sama kopassus……cape deh! brimob dilawan

    Komentar oleh toto m | 07/11/2011 | Balas

  13. Semua Pasukan Hebat….Semua Pasukan Punya kekurangan….Masing2 punya Ciri Khas dan Bidang tugas masing2, Ayo saling mendukung..Kayaknya itu lebih baik dari pada hanya memiliki rasa kebanggaan yang sempit saja. Toh semua demi Rakyat dan Negara……Untuk Brimob mudah2an keteladanan yang baik2 yang sudah dirintis oleh para Pendahulu Menpor bisa dijaga dan dikembangkan dengan belajar dan Berlatih, tidak dengan hanya memuji saja. Ayo kamu Bisa……..BRAVO POLRI…..BRAVO BRIMOB…JAYALAH PELOPOR….(Pelopor 48)

    Komentar oleh Lafaek | 15/11/2011 | Balas

    • yang ini yang patut diapresiasi

      Komentar oleh aduy | 26/04/2012 | Balas

  14. Monumen Polisi Brimob di Ds. Kandangan Kec. Kare Kab. Madiun itu pasukan apa yach pasti kagak ada yang tahu???

    Komentar oleh andy | 08/12/2011 | Balas

  15. sejarah membuktikan Brimob mampu disegala bidang dan situasi

    Komentar oleh nadeak | 14/12/2011 | Balas

    • gausah banyak bacot yangpenting tau tugas masing2 pasti aman NKRI

      Komentar oleh jarwant | 03/01/2012 | Balas

  16. jangan suka iri dgn kemampun yg dimiliki brimob,,sejarah lah yg membuktikan…bravo menpor

    Komentar oleh donny andyka | 10/01/2012 | Balas

  17. Den Bagus,

    Kalian aja yang tolol, gak mampu menjaga aset sendiri. nentukan warna hijau PDL aja salah, kebanyakan warna coklatnya sehingga warna hijaunya gak keliatan. padahal aslinya warna hijau brimob adalah 70% hijau agak gelap kekuning2an. Kapolri sudah menetapkan reserse memakai baret merah darah mati, eehhh sama kapolri rakus dan gila harta distop pemakaiannya.

    Komentar oleh Joko | 17/01/2012 | Balas

    • mas yg diatas kalo merasa mampu menjaga aset buktikan jang pelihara TOLOLmu itu

      Komentar oleh wijaya | 18/01/2012 | Balas

  18. Saya adalah salah satu yang diajak komunikasi oleh penulis dalam buku itu. Saat itu pangkat saya mash kapten dan kejadiannya juga nyata. Memang kl ditinjau dari fungsi, Pelopor / Ranger pada masa orla sampai dengan awal orba itu berkualifikasi seperti yang dituturkan. NAmun memang semua ada benarnya juga…kenapa? ya menurut saya dengan keadaan sekarang lebih baik kualifikasi pelopor, gegana itu digunakan untuk menjawab tantangan dinamika dalam masyarakat.,,mengayomi…melindungi masyarakat yang terkait dengan tugas pokok sebagai anggota POLRI. Ya ngga asalah juga kalau Indonesia mau perang lagi…Brimob juga bergabung,,membela NKRI..tentunya namun secara garis komando..diperbantukan kepada TNI. Sebab kl secara aturan internasional fungsi pelayanan dan pengayoman segenap unsur POLRI membuat status POLRI adalah non kombatan…

    Komentar oleh X MEN | 31/01/2012 | Balas

  19. pokoknamah brimob jayalah sejarah polisi istimewa membuktikan bravo

    Komentar oleh riesone | 16/03/2012 | Balas

  20. Brimob adalah Pasukan Terunik di Indonesia Bisa menjadi Militer dan juga bisa menjadi Polisi sipil tergantung situasi yang di hadapi. Bangga kami kepada sesepuh Menpor tak terbatas !!

    Komentar oleh Reski17 | 20/04/2012 | Balas

  21. salam kenal dari saya….

    Komentar oleh mahruri ldd | 22/05/2012 | Balas

  22. luar biasa brimob,,sya lting 17-2 watukosek slalu merinding sya mmbaca artikel ini..jaya selalu brimob dimanapun engkau bertugas.

    Komentar oleh resi svt | 28/05/2012 | Balas

  23. Salam Brigade… sy liting 15-1 Watukosek brimob
    izin copas artikelnya buat untuk koleksi pribadi mas…izin

    Komentar oleh abi | 08/07/2012 | Balas

  24. Semua punya catatan sejarah. Sejarah adalah ingatan, manusia tanpa sejarah seperti hilang ingatan.
    Dan sejarah mengatakan bahwa dari rakyat TNI dan POLRI (BRIMOM, Dll) terlahir.
    Jadi siapa yg paling hebat? pastilah rakyat nya.
    Kondisi sekarang sangat berbeda, semua sibuk dengan urusan perut.
    Tentara & Polisi hanya jadi perpanjangan tangan politik kotor, tidak lagi pro rakyat.

    Indonesia adalah bangsa dengan sejarah yg teramat besar.
    Buktikan kepada dunia, sejarah kita bukan cuma dongeng tidur tapi tetap mengalir di dalam darah hingga saat ini.
    Bukan hanya berdebat saling membanggakan diri

    Komentar oleh indiazzahra | 23/08/2012 | Balas

    • Ini baru statment yg nyekolah, bukti dan fakta jelas terlihat dan terasa, kalian hanya lah aparat (alat) yg dipakai, terkadang rakyat sendiri dilawan, malu wooy, tampil perlente rakyat yang bayar tuh…. Hidup dari pajak rakyat tp masih banyak oknum yg malah bikin sengsara rakyat. Dasar pagar makan tanaman.

      Komentar oleh dagadu | 16/11/2012 | Balas

  25. Mohon izin senior.. Saya bangga terhadap apresiasi para senior dan sesepuh menpor mempertahankan Resimen Pelopor. Saya hanya bisa berharap nanti Menpor kembali hadir dihadapan masyarakat luas. Walaupun saya polgasum tp saya lahir ditengah keluarga ex Menpor!! Bravo menpor!! Hidupkan kembali Menpor

    Komentar oleh daniel | 31/08/2012 | Balas

  26. Tokubetsu Keisatsu Tai / polisi istrimewa/ mobrig/ BRIMOB is the best… yg lain makin ketinggalan…
    pengalaman di lapangan, saat satuan samping bertugas 1 pos isinya 1 peleton, tapi kalo brimob cukup paling banyak 10 org atau regu…

    Komentar oleh nasrul | 04/09/2012 | Balas

    • Satu satunya kelebihan brimob yang tidak dimiliki oleh pasukan dimanapun didunia, yaitu teknik pungli….. Dan teknik peras massa, coba om tularkan ilmunya =))«̶ː̖́[н̲̅α̲̅]ː̗̀»̶=D«̶ː̖́[н̲̅α̲̅]ː̗̀»̶=))‎​«̶ː̖́[н̲̅α̲̅]ː̗̀»̶=D. Ampunnnn, atttut,

      Komentar oleh dagadu | 16/11/2012 | Balas

  27. Baguz tuh braY . .

    Komentar oleh Erick uYe | 26/10/2012 | Balas

  28. Kami dari satpol PP salam buat abang2 kami dr menpor walaupun bgmana kita tetep sama2 polisi bung jangan meniru MILITER mreka itu militre kita mw satpol pp brimob gak jauh beda latihannya

    Komentar oleh juku buntala | 11/11/2012 | Balas

    • Ya betul itu, satpol pp sama brimob mesti akur, latihan nya gk jauh beda koq……

      Komentar oleh dagadu | 16/11/2012 | Balas

    • Satpol PP pendidikan Tahun 2001 Di Lido cuma Seminggu….banyak bacot loe di jungkir dikit aja udah pada pincang….

      Komentar oleh joko lelur | 30/01/2013 | Balas

    • Satpol PP aparat katrok

      Komentar oleh gembel | 18/03/2013 | Balas

  29. Smua Corps punya kelebihannya masing-masing…yg utama…NKRI harga mati

    komando!

    Komentar oleh danan | 12/11/2012 | Balas

    • Gak kebalik ya pak boz ? Makanya jangan cuma katanya lho…..,

      Komentar oleh dagadu | 16/11/2012 | Balas

  30. SatPol PP pendidikan cuma seminggu aja mau Nyamain……coba kamu pendidikan di watukosek tiap hari kencing darah loe…..

    Komentar oleh joko lelur | 30/01/2013 | Balas

  31. He kalian TNI, Brimob Polisi dan lain2 salam kompak ya, kalo kalian berani ayo Skirmish /Battle airsoftgun di Alas Roban sama kita2, Bravooo Airsofter….!!! :))

    Komentar oleh gembel | 18/03/2013 | Balas

  32. Menurut sy yg paling hebat adalah seluruh rakyat indonesia terutama bila dlm kebersamaan n kerukunan. Keamanann kedaulatan KNRI tdk bs dipikul oleh satuahn elit manapun n sehebat apapun, krn mrk hny sbgi ujung tombak. Rakyat, tdk dpt dikalahkan oleh satuan elit yg paling elit sekalipun. Satuan elit amerika yg begitu hebat tdk mampu menaklukan rakyat vietnam, begitu juga satuan satuan elit dari negara tirai besi Rusia tdk mampu mengalahkan rakyat afganistan. Dulu ada pepatah seorang jenderal besar besar kalau g salah jend.Russevelt dia bilang HANYA JENDERAL YG BODOH YG MELAWAN KEKUATAN RAKYAT. Ayo kt galang persatuan Indonesia, singkirkan rasa hebat sendiri, BERSATU KITA TEGUH BERCERAI KITA RUNTUH.

    Komentar oleh hari wiryakusuma | 11/08/2013 | Balas

  33. Lucu bgt sya bca thread ini bpk saya polisi ,.adik saya yg satu brimob dan satu TNI.dan saya pengusaha kelapa sawit .bedakan dari gris besar keluarga saya.semuanya angkatan,sya saja yg lain,.hehehe.klau saya menilai sih polri,brimob maupun tni sama saja,.seragam mereka adalah masa depan mereka.kalau sdh drmh ya kluarga kami biasa aja.g ada yg dperdebatkan masalh kesatuan.toh semuanya hanya seragam.untuk masalh pungli buat apa mreka cari diluar mnta kesaya saja ya saya berikan.hehee.,sya tau gaji tni,brimob dan polisi,.sama saja jumlahx,.intinya kesatuan hanya seragam dan masa depan saja.,untuk maslah rakyat marah ke presidenx,.jgn ke aparat negarax,.thanks lucu gw bca thread ini heheheehehehe

    Komentar oleh Wijaya | 03/12/2013 | Balas

  34. pada bego semua,gak usah sok-sok hebat semua,mau polisi/tni,brimob,kopasus,atau apa saja tuu sama,,yg membedakan adalh fungsinya,jd jangan saling iri satu sama yg lain,profesional broo,,kalian hebat kalau kalian tetap tugs pada porsi kalian masing-masing,bukan hebat mulut nya doang,,saya sangat bangga pada menpor,,tapi saya gak mau lebay n banyak bacot,saya hanya berusaha semoga saya dan brimob sekarang bisa jaya seperti sesepuh-sesepuh saya yg dulu,kerja sama TNI-POLRI akan memperkuat negara kita,,jangan berantem masyarakat butuh kita,,,BRANDALZ PAPUA,,(BRIGADE ANGKATAN DELAPAN BELAS)

    Komentar oleh BANDOTDESO | 10/12/2013 | Balas

  35. Assalamuallaikum wrwb.
    Salam kenal utk pengasuh blog ini, baik mas Anton Agus Setyawan dan mas Andi Muh Darlis yg telah menyejukkan hati seluruh rakyat indonesia yang peduli akan sejarah Polisi (khususnya Brimob). Dan salam silahturahmi utk seluruh komentar diblog ini, mari kita tingkatkan ukhuwal islamiyah dan kedamaian serta cinta tanah air dengan segala upaya kedamaian di segala aspek. Saya bangga dan berterimakasih atas tertulis dan tercetaknya Buku “Resimen Pelopor Pasukan Elit Yang terlupakan). Ijinkan saya menghaturkan salam perkenalan, saya Tofan Harris Soedjarwo cucu pertama dari Jendal Polisi Anton Soedjarwo (Kapolri ke 9), dan sangat tertarik dengan sejarah, menciptakan narasi alur cerita Buku “Mengenang Jendral Polisi Anton Soedjarwo” terbitan ABCD di tahun 1988-1990 sebagai cinta dan rasa bangga untuk almarhum kakek tercinta, walau kurang lebih 20th berlalu pernah menjadi saksi sejarah internal dan internasional dan penguak sejarah dan sepakat mengambil keputusan untuk menarik / menutup diri pribadi untuk mencari kedamaian.
    Saya hanya ingin seluruh pencipta dan pecinta serta komentator di blog ini, mencari kesepakatan yang baik, “bahwa perbedaan pendapat itu bagus dan harus mengutamakan kedamaian di segala pihak”. “NKRI dan aspek didalamnya harus kita jaga bersama-sama dengan satu tujuan yaitu kehidupan yang lebih baik”.
    02199726065
    Salam hormat,
    Tofan Harris Soedjarwo

    Komentar oleh H.Tofan Harris Soedjarwo | 08/01/2014 | Balas

    • Salam Untuk mas Tofan Harris Soedjarwo,
      Sejak kecil saya sudah mendengar kehebatan MENPOR ini. Bapak Saya juga dulu Bertugas di KElapa Dua.cuma saya Tidak mengetahui Detailnya karir Bapak saya. Bapak saya pernah cerita bahwa Komandanya Namanya Pak Tasmin.. yang kebal peluru… apakah Pak Tofan bisa membantu saya Mencarikan Buku Sejarah Menpor tersebut?

      Dari Mujiono -081915358911

      Komentar oleh mujiono | 15/03/2015 | Balas

  36. kok gak wawancarai kakek sya.
    beliau jga mantan dri menpor, klw sya bilang beliau memiliki prestasi yg cukup bgus. .
    2 kli d kirim k ops seroja bkan persoalan yg mudah.
    tp belia mau menerimany, bahkan bukan sdikt yg menolak untk d brngktkn dngn cra menyuap atsnny.
    salut deh dngn menpor polri d masa kakek sya,

    Komentar oleh rambe | 13/03/2014 | Balas

  37. ijin saya leting 16.1 watukosek di ambon,pengalaman tugas lumyan lama,dri pengalaman tugas yng saya alami brsama tni disni mengatasi konflik malah tni yang penakut,jadi jangan banyak bacot bos,printah dri komandan di lapangan saja pada saat terjadi serangan bersenjata antara 2 kampung anggota tni tidak ada yang brani maju,kalian cma banyak bacot di lapangan nyali daun..jayalah brimob……………………….brigade

    Komentar oleh monti mata | 19/03/2014 | Balas

  38. SAYA ANGGOTA BRIMOB YANG PERNAH BERGABUNG DENGAN KOMPI DARI KOSTRAD 330 DI DESA JIM-JIM KECAMATAN LEUNGPUTU KABUPATEN PIDIE NANGGROE ACEH DARUSALAM….YANG BERHASIL MENEMBAK PANGLIMA GAM ABDULLAH SYAFI’I….. SUKSES BESAR BUAT MEREKA.

    NAMUN SATU HAL YANG JUGA MEREKA AKUI…..MASUKNYA MERAKA KE WILAYAH MUSUH….KARENA KEBERHASILAN SATU REGU TIM HUNTER DARI MENPOR… TIM HUNTER MENDAHULUI MASUK DAN MEREBUT TITIK STRATEGIS PERTAHANAN UTAMA PANGLIMA GAM ABDULLAH SYAFI’I ….YANG KEMUDIAN DILINTAS GANTIKAN DENGAN KOMPI DARI KOSTRAD 330…

    JADI MODAL KEBERHASILAN …. ADALAH KERJA SAMA. MEMAKSIMALKAN SEMUA UNSUR YANG ADA.

    Komentar oleh Abu Aulia | 01/04/2014 | Balas

  39. Itukan sejarah ,apa salah mengingat sejarah…!!!!??? Jaman dulu hampir tidak ada perbedaanya antara tentara dan pasukan brimob(menpor) tentang tugas pokoknya yang pada JAMAN DULU banyak pemberontokan didaerah – daerah.ini kan temannya brimob(menpor) bukan polisi umum.jd sebelum coment anda harus tahu dulu job discription antara brimob dan polisi umum.

    Komentar oleh minto | 13/04/2014 | Balas

  40. Jangan pernah lupakan sejarah, bahwa polri juga mempunyai pasukan elit. Bravo TRI BRATA

    Komentar oleh Reski | 29/05/2014 | Balas

  41. Blog dan tulisan ini membuat saya terkenang akan Ayah saya rahimahullah yang masuk kepolisian tahun 1955, dan mengikuti pendidikan Mobrig tahun 1956. Sayangnya sampai beliau berpulang saya kurang banyak mendengar cerita detail tentang karir beliau.
    Saya cuma tau beliau pernah berjuang menumpas pemberontakan di Sumatra adanddan Aceh, sebelum pindah ke Semarang awal tahun 1960an

    Komentar oleh mamanya saffanah | 24/06/2014 | Balas

    • Haduh typo. Maksudnya pemberontakan di Aceh dan Sumatra Utara. Dinas di Semarang mulai tahun 61 ato 63 gitu. Sampai akhir hayatnya rajin mengikuti reuni Brimob angkatannya berdua dg Ibu. Bila fisik beliau tdk memungkinkan, Ibu tetap berangkat mewakili beliau. Yang paling menyentuh hati,tiap pertemuan jumlah peserta selalu berkurang. Ya.. Karena sudah sepuh ada saja yang meninggal di antara periode reuni tsb.

      Haaah…jadi tambah kangen Bapak nih

      Komentar oleh mamanya saffanah | 24/06/2014 | Balas

  42. walaupun skrg sy di fungsi gasum,, kebanggaan dan hormat sy terhadap sesepuh menpor dan nama besar menpor tdk akan pernah luntur,,, salam brigade buat seluruh brimob nusantara,, salam hormat sy let 15.2 n let pelopor 10 wtksek

    Komentar oleh Levi | 12/05/2016 | Balas


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: